21 Februari 2026
Humas
2
Assalamualaikum, SMASRA!
Pada tanggal 28–30 Januari lalu, siswa-siswi kelas XI IPS SMA Al-Hasra melaksanakan penelitian di Kampung Naga sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Research Study & Visit Campus.
Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Jika di kelas siswa mempelajari teori tentang sosial, budaya, dan ekonomi, maka di Kampung Naga mereka melihat langsung bagaimana teori itu hidup dalam keseharian masyarakat.
Di Kampung Naga, siswa menyaksikan bagaimana masyarakat adat mempertahankan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Rumah-rumah yang seragam, aturan adat yang dijunjung tinggi, serta pola hidup sederhana menunjukkan bahwa modernitas bukan satu-satunya cara untuk berkembang.
Masyarakat Kampung Naga hidup berdampingan dengan alam, menjaga hutan, sungai, dan lingkungan sekitar sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Di sini, siswa memahami bahwa keseimbangan antara manusia dan alam bukan sekadar konsep, tetapi praktik nyata yang dijaga setiap hari.
Selain adat dan budaya, siswa juga mempelajari kehidupan sosial masyarakat. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa saling menghormati terasa kuat dalam setiap aktivitas.
Dari sisi ekonomi, siswa melihat bagaimana masyarakat mengelola sumber daya secara bijak. Kegiatan pertanian, kerajinan, serta sistem distribusi hasil produksi menunjukkan bahwa ekonomi bisa berjalan selaras dengan nilai tradisi dan keberlanjutan lingkungan.
Diskusi langsung dengan warga memberikan sudut pandang baru bahwa pembangunan tidak selalu harus identik dengan perubahan besar-besaran. Terkadang, menjaga yang sudah ada justru menjadi bentuk kemajuan yang paling bijak.
Aspek spiritual masyarakat Kampung Naga juga menjadi pembelajaran penting. Kehidupan religius dan adat berjalan beriringan, membentuk karakter masyarakat yang disiplin, sederhana, dan penuh rasa syukur.
Dari pengalaman ini, siswa menyadari satu hal penting: manusia dan alam tidak bisa dipisahkan. Ketika alam dijaga, kehidupan pun ikut terjaga. Sebaliknya, jika alam rusak, dampaknya akan kembali pada manusia sendiri.
Research Study ini bukan hanya tugas penelitian, tetapi perjalanan refleksi. Siswa belajar menghargai perbedaan, memahami kearifan lokal, serta melihat bahwa keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Semoga pengalaman di Kampung Naga ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sejati bukan hanya tentang teknologi dan gedung tinggi, tetapi tentang bagaimana kita menjaga keseimbangan untuk generasi yang akan datang.
21 Februari 2026
Humas
21 Februari 2026
Humas
21 Februari 2026
Humas